PENETAPAN AWAL BULAN PUASA 1 RAMADHAN 1437 H TAHUN 2016 OLEH PEMERINTAH NU DAN PP MUHAMMADIYAH

PENETAPAN PENENTUAN AWAL BULAN PUASA 1 RAMADHAN TAHUN 2016 / 1437 H OLEH PEMERINTAH NU DAN PP MUHAMMADIYAH . Pada Tahun ini Penetapan Penentuan Kapan Awal Bulan Puasa Ramadhan 1437 H Tahun 2016 dapat diperkirakan tidak akan ada perbedaan hari dimulainya Awal bulan Puasa Ramadan dan Idul Fitri yang ditetapkan Muhammadiyah dan Nahdhaltul Ulama (NU) 1436 H Tahun 2016 dengan ketetapan Kementerian Agama.

PENETAPAN AWAL PUASA RAMADAN

Menurut pendapat dari Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yaitu bapak Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa pada tahun ini dimulainya periode yang unik. Yaitu dalam rentang delapan tahun ke depan atau selama 2015 hingga 2022 nanti, dipastikan tidak ada perbedaan penetapan awal puasa dan Lebaran antara Kemenag, Muhammadiyah, maupun NU.  Profesor riset bidang astronomi dan astrofisika itu mengatakan, fenomena unik itu terjadi selama tidak ada perubahan kriteria penetapan awal puasa dan Lebaran antara pemerintah dan dua ormas Islam besar itu.

“Penyebabnya murni fenomena alam. Posisi bulan selama delapan tahun ke depan sangat tinggi saat dilakukan rukyat (pengamatan). Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah bisa menetapkan lebih awal kapan awal puasa dan Lebaran karena menggunakan sistem metode hisab (perhitungan). Kriteria yang dipakai pada sistem hisab adalah, pokoknya bulan (hilal) sudah di atas ufuk, berarti besoknya sudah masuk Ramadan atau Syawal. Sedangkan sistem yang dipakai NU dan pemerintah adalah imkanur rukyat, dengan cara melihat langsung kondisi bulan. Kriteria yang dipakai dalam sistem rukyat adalah, tinggi bulan (hilal) harus lebih dari dua derajat di atas ufuk.

“Nah dalam delapan tahun ke depan, posisi hilal di atas dua derajat terus. Jadi bisa saya nyatakan tidak akan ada perbedaan awal puasa dan Lebaran pada 2015 hingga 2022. Sedangkan untuk penetapan Idul Adha tahun 2015 ini, Thomas mengatakan masih berpotensi terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dengan Kemenag atau NU. Muhammadiyah diperkirakan bakal mendahului melaksanakan Idul Adha dibandingkan versi pemerintah.

Thomas juga mengatakan, Kemenag saat ini sedang berupaya untuk mencari titik temu di tengah perbedaan sistem yang dipakai NU maupun Muhammadiyah. “Baik NU maupun Muhammadiyah kelihatannya sudah mulai mencair. Alumni program astronomi Universitas Kyoto Jepang itu mengatakan, pada 1 Mei lalu, Kemenag sudah duduk bareng bersama dengan pengurus Muhammadiyah di Jogjakarta. Kemudian dalam waktu dekat Kemenag juga akan bertemu dengan pengurus NU untuk urusan penetapan tanggal-tanggal penting dalam agama Islam.

Meski belum ada keputusan resmi, Thomas membeber sedikit bagaimana arah upaya Kemenag mempertemukan NU dan Muhammadiyah. “Skemanya lebih menggunakan pendekatan astronomi,” ujarnya.Jadi bukan mengambil titik tengah antara kriteria tinggi hilal di atas nol derajat (versi Muhammadiyah) dan di atas dua derajat (versi NU). Thomas berharap upaya Kemenag menyatukan NU dan Muhammadiyah itu membuahkan hasil.

Dan kemungkinan Penetapan Awal Bulan Puasa 1 Ramadan 1437 H Tahun 2016 oleh pihak Pemerintah,NU dan Muhammadiyah akan jatuh pada 6 Juni 2016. Tentu saja tanggal ini belum dapat dijadikan patokan karena masih harus menunggu Ru’yatul Hilal atau Pengumuman Kementerian Agama. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri diprediksi akan jatuh pada tanggal 6 dan 7 Juli 2016. Adapun pengamatan hilal ini menggunakan dua metode, yaitu metode hisab dan rukyat.

Sedangkan Penetepan 1 Syawal Idul Fitri 1437 H Tahun 2016 Oleh Pemerinta,NU dan Muhammadiyah ::

Ijtimak akhir bulan Ramadhan : Senin, 4 Juli 2016 M, jam 18.00 WIB
Tinggi Hilal malam Selasa : – 1,10 derajat
Tinggi Hilal malam Rabu : 12,07 derajat
Tanggal 1 Syawal 1437 H : Rabu, 6 Juli 2016 M.

Hasil Pencarian Dukun News :

penentuan puasa muhammadiyah 2015

Bagikan Info Penting Ini ::