KUMPULAN MATERI KULTUM KULIAH SHUBUH ASHAR MAGRIB TARAWIH LENGKAP

KUMPULAN MATERI KULTUM RAMADHAN KULIAH SHUBUH ASHAR MAGRIB TARAWIH LENGKAP TERBARU . Pada Bulan Ramadhan ini pasti akan kita jumpai berbagai Kultum atau Kuliah Tujuh Menit diantaranya Kultum Kuliah Shubuh, Kultum Kuliah Ashar Kultum Magrib Menjelang Buka Puasa dan Kultum Shalat Tarawih yang kita dengarkan baik di Masjid,radio ataupun di Televisi. Jika anda Kebagian menjadi pemateri Kultum pasti anda akan mencari info yang berhubungan dengan Kuliah Tujuh Menit Bulan Ramadhan Terbaru di Bawah ini ::

kultum kuliah subuh ramadhan
kultum kuliah subuh ramadhan 2015
kumpulan materi kultum kuliah subuh ramadhan
kultum kuliah subuh ramadhan
kumpulan materi kultum kuliah subuh
kuliah tujuh menit singkat
kuliah tujuh menit tentang puasa
kuliah tujuh menit Bulan Ramadhan
kultum kuliah tujuh menit subuh
kultum kuliah tujuh menit dzuhur
kultum kuliah tujuh menit ashar
kultum kuliah tujuh menit magrib menjelang buka puasa
kultum kuliah tujuh menit Tarawih
kuliah tujuh menit Bulan Ramadhan
kultum kuliah tujuh terbaik
kumpulan kultum ramadhan terbaru
kumpulan materi kultum kuliah tujuh 1436 H Tahun 2015
contoh kultum ramadhan
kultum terbaik
kultum puasa
kumpulan materi kultum ramadhan
kumpulan kultum singkat
ceramah ramadhan
kultum singkat
pidato kultum ramadhan

Berikut dibawah ini Contoh Pembukaan Kultum

Sebelum kita memulai sebuah kultum / ceramah, tentunya kita butuh kaliamat pembukaan. Jika anda sudah terbiasa berpidato ataupun ceramah tentu hal ini sangatlah mudah. Tapi bagi anda yang masih pemula atau sama sekali belum pernah ceramah dan belum tau kalimat pembuka dari sebuah ceramah, disini saya akan membagikannya dan berikut ini adalah contohnya.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Kumpulan Materi Kultum Kuliah TYujuh Manit Bulan Ramadhan Terbaru ::

KULTUM RAMADHAN MALAM PERTAMA

Setelah kita merasa terhimbau  oleh Allahu Akbar dalam hadist qudsi maupun Alquran surat al amaidah ayat 35 tersebut, maka perlulah kita melaksanakan himbauan dari allahu akbar tersebut tentang aturan pertamakalinya yaitu untuk mengenal Allahu akbar sebelum melaksanakan aturan – aturan Allahu Akbar yang lainnya barulah kita melaksanakan aturan lain atau kewajiban lainnya seperti contohnya melaksanakan Puasa dibulan Ramadhan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KEDUA

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, sebagai seorang yang telah meyakini tiada lagi Tuhan selain Allah maka kira-kira kita telah beragama Islam dan kita tuangkan dalam bentuk dua kalimat syahadat :
“Asyhadu ‘alaa Ilaaha-Ilallah, wa Asyhadu anna Muhammadda rasulullah”
yang terjemahannya kira-kira :
“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah”

Pengertiannya walaupun kita tidak pernah melihat wujud Allahu Akbar dan bertemu dengan Muhammad tetapi kita meyakini keberadaan dan kebenaran-Nya sehingga bersaksi disitu merupakan pernyataan yang nilainya lebih tinggi dari menyaksikan dengan mata, dan Muhammad yang dimaksud adalah Nur-Muhammad (Nur Kebenaran) yang telah Allah didik masing-masing 30 ribu tahun dalam lautan api, air dan ilmu yang akan selalu diemban oleh para Nabi dan Rasul-Allah serta orang-orang yang Allahu Akbar tunjuk untuk meneruskan tugas-tugasnya.
Sehingga sahadat itu kira-kira : “Aku bersaksi (menyatakan) tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi (menyatakan) Muhammad utusan Allah”.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KETIGA

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, setelah kita meyakini dan menyatakan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah sebagai umat Islam kita terkena beberapa konsekwensi dari pernyataan tersebut, yang pertama adalah shalat wajib. Shalat merupakan suatu bentuk laporan khusus manusia kepada Allahu Akbar. Shalat wajib adalah laporan yang Allahu Akbar wajibkan sebagai bentuk ujian ketaatan atas kesungguhan kita kepada Allahu Akbar untuk menunjukkan sebagai tanda bahwa kita tunduk kepada Kekuasaan dan Kebesaran-NYA.
Dalam pelaksanaannya bila ada shalat/laporan wajib yang tertinggal, maka dalam shalat/laporan wajib berikutnya kita memohon ampunan kepada Allahu Akbar pada tahyad akhir sebelum salam.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KEEMPAT

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, sebagai umat Islam dengan adanya pernyataan kita tiada Tuhan melainkan Allah, selain terkena konsekwensi laporan wajib (shalat wajib) kepada Allahu Akbar, konsekwensi berikutnya adalah berpuasa di bulan Ramadhan yang merupakan ujian untuk menumbuhkan rangsangan pada orang-orang yang telah tunduk kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allahu Akbar agar mau memperhatikan/ memikirkan serta menyantuni yatim-piatu serta memberi makan fakir miskin.
Sehingga bila kita mau memenuhi rangsangan yang Allahu Akbar berikan tersebut dengan memperhatikan/memikirkan serta menyantuni yatim-piatu serta memberi makan fakir miskin kira-kira sebagai usaha agar terhindanyar dari penilaian Allahu Akbar sebagai “pendusta agama”, sebagaimana maksud dan tujuan Allahu Akbar berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’un.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KELIMA

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, dengan pernyataan kita dalam dua kalimat syahadat selain terkena konsekwensi wajib lapor kepada Allahu Akbar dan berpuasa di bulan Ramadhan karena Allah, kita juga terkena konsekwensi untuk menunaikan zakat sebagai uji kejujuran yang berkaitan atas amanah yang Allahu Akbar titipkan kepada orang-orang beriman dalam bentuk rezeki/kekayaan.
Uji kejujuran ini wujud pelaksanaannya bisa dilihat dari hari jatuh tempo pembayarannya, apakah yang dikeluarkan sesuai dengan aturan dari Yang Maha Adil (Allahu Akbar) atau tidak adalah hanya orang-orang yang melaksanakan yang mengetahuinya dan Allahu Akbar yang dapat menilainya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KEENAM

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, apabila seseorang sudah dapat melalui ketiga ujian atas konsekwensinya dari 2 kalimat syahadat (wajib lapor, berpuasa di bulan ramadhan dan menunaikan zakat) dan tidak berubah, berarti seseorang tersebut sudah mendapatkan bekal dasar yaitu :

Adanya iman (istiqomah)
Adanya taqwa
Terhindar dari orang-orang yang dicap sebagai pendusta agama oleh Allahu Akbar.

Apabila ke 3 poin tersebut di atas sudah dapat dilaksanakan, berarti telah lulus dalam ujian dan biasanya berhak mengambil ijazah yaitu diperkenankannya bagi yang telah lulus ujian untuk naik haji ke Tanah Mekah guna melihat kebesaran-kebesaran Allahu Akbar yang telah diturunkan kepada pembawa-pembawa suara kebenaran (Rasul-rasul) di tanah tersebut. Kalaupun tidak sampai naik haji ke Tanah Mekah diperkirakan orang yang telah lulus ujian tersebut sudah memperoleh nilai haji mabrur.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KETUJUH

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, setelah kita mengenal Allahu Akbar dengan penuh keyakinan dan kesungguhan sebagai manusia ciptaan-Nya, Allah menugaskan kita untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dilaksanakan karena Allah.
Sementara itu selain bangsa manusia, Allah juga menugaskan bangsa jin untuk beribadah. Agar tidak salah dalam beribadah maka pengertian ibadah bagi manusia atau jin kira-kira :
Ibadah manusia adalah : setiap ucapan ataupun perbuatan baik maupun buruk yang dilaksanakan karena Allah  dengan tujuan untuk kebaikan manusia.
Ibadah jin : adalah setiap ucapan ataupun perbuatan baik maupun buruk yang dilaksanakan karena Allah  dengan tujuan untuk kesesatan manusia.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KEDELAPAN

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, manusia yang telah bersih diri dalam pandangan dan penilaian Allahu Akbar dilengkapi dengan suatu alat yang disebut “akal sempurna” agar dalam beribadah kepada Allah dapat berjalan secara baik dan benar mengikuti pedoman kebenaran.
Salah satu tandanya kita telah berpikir dengan menggunakan akal sempurna yaitu dalam menghadapi suatu masalah hasil pemikiran tersebut dapat menyelesaikan masalah dengan tidak merendahkan ALLAHU AKBAR dan tidak merusak habluminanas (hubungan baik sesama manusia).
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KESEMBILAN

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, agama Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allahu Akbar, agar umat manusia dapat hidup damai atau mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat dengan mengikuti aturan-aturan yang Allahu Akbar berikan. Dalam sejarah Islam Muhammad Rasulullah S.A.W pernah bersabda, yang menjelaskan bahwa umatnya akan terbagi menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka dan hanya satu yang masuk surga yaitu “Ahlussunnah Waljama’ah”.

Agar kita termasuk yang “Ahlussunnah Waljama’ah”, kita harus tahu dahulu apa yang dimaksud dengan Ahlussunnah Waljama’ah, yaitu kelompok yang mau dan mampu merangkul kelompok–kelompok Islam yang lainnya karena Allahu Akbar, dan tidak merasa dirinya yang paling benar dan tidak juga menyalahkan kelompok-kelompok lainnya, serta dapat memberikan penjelasan-penjelasan atau nasehat-nasehat kebenaran terhadap ajaran–ajaran kebenaran dari aliran/kelompok–kelompok yang belum benar atau kurang benar (Mampu mengurangi dari kelebihan maupun menambahkan dari kekurangan kelompok-kelompok lain). Dengan menyimak penjelasan tersebut maka kita dapat mengetahui apakah kita sudah termasuk atau belum kedalam kelompok Ahlussunnah Waljama’ah tersebut.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KESEPULUH

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah shalat tarawih semoga dirahmati Allah, sebagaimana kita ketahui bersama, baik laki-laki maupun perempuan yang diperkirakan sudah cukup usia (melebihi aqil balik) untuk melaksanakan pernikahan, sesuai dengan himbauan ALLAH bahwa laki-laki & perempuan berpasang-pasangan (QS. An-Nuur ayat 32 : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah MahaLuas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.)”, kira-kira faktor apakah seandainya himbauan tersebut belum dapatnya kita laksanakan ?
Kira-kira hal tersebut terjadi karena selalu mengikuti maunya dirinya dibandingkan mau-Nya ALLAH, seperti belum adanya kesiapan untuk menikah, baik yang sudah memiliki atau yang belum memiliki calon pasangan, seperti : belum adanya jodoh untuk dirinya, belum mempunyai pekerjaan tetap, belum mempunyai tempat tinggal dan lain-lain
Bila hal tersebut dibuat suatu dasar dengan belum dapatnya menikah, berarti sama dengan tidak lagi meyakini bahwa ALLAH tersebut Maha Mengatur atas jodoh, rejeki, dll yg telah ditentukan oleh ALLAH di dalam kodrat-Nya manusia masing-masing. Sebagaimana dijelaskan pada Firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah An-Nuur ayat 32. Bahkan bila hal itu dipertahankan, peluang-peluang untuk berbuat suatu ketidakbenaran akan lebih banyak/lebih besar, semua itulah diperkirakan yang akan membuat dirinya jauh dari ALLAH, apabila hal tersebut dipertahankan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM RAMADHAN MALAM KE SEBELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah shalat tarawih rahima kumullah, di dalam kehidupan berumah tangga kita harus saling memperhatikan, agar terciptanya saling pengertian dalam kehidupan dan masing-masing tidak boleh berburuk sangka serta saling mencurigai, agar tidak mudah dalam hidup berumah tangga dipengaruhi dewan penguji, sehingga dapat terciptanya ketenangan dalam hidup berumah tangga.

Seorang suami jangan mengharap perhatian dari istrinya apabila tidak mau memperhatikan istri dan seorang istri janganlah bermimpi untuk diperhatikan suami apabila tidak mau memperhatikan suami, seorang suami jangan mencurigai dan berburuk sangka terhadap istri dan seorang istri juga tidak boleh mencurigai dan berburuk sangka kepada suami, itu semua adalah usaha-usaha untuk mencapai ketenangan dalam hidup berumah tangga.
Apabila kita tidak mampu untuk saling memperhatikan maka sampai kapanpun tidak akan terwujud saling pengertian, yang akhirnya rumah tangga bubar (terjadinya perceraian) yang berarti kita siap untuk tidak di sayangi ALLAHU AKBAR, maka ketenangan dalam kehidupan mimpi pun tidak akan menjelang apalagi kenyataan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE DUA BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat–sahabat kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia, tentunya sebagai seorang yang beriman dan bertaqwa kita meyakini bahwa Allahu Akbar yang mengatur hidup dan kehidupan kita termasuk di dalamnya ketentuan rezeki, sehingga di dalam usaha kita sebagai manusia untuk mencari kelengkapan hidup tersebut kita gunakan sebagai penunjang dari pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah, yang mana dalam pelaksanaannya sebatas kemampuan yang Allahu Akbar berikan pada kita, namun hasilnya bukan merupakan hasil dari usaha yang kita lakukan, melainkan ketentuan atau pemberian dari Allahu Akbar. Sehingga bila sahabat-sahabat menerima atau meyakini uraian tersebut di atas, apabila kita berhasil dalam berusaha (mendapatkan rejeki lebih) kita tidak terkena hamparan dunia, dan apabila belum berhasil atau tidak sesuai dengan harapan, kita tidak putus asa (tidak menjadi kufur).
Oleh karena itu usaha untuk mencari rezeki kira-kira adalah : suatu kewajiban dari Allahu Akbar kepada seorang manusia yang belum sampai menjadi hamba Allah dalam melengkapi hidup dan kehidupan namun hasilnya bukan menunggu atau mencari apa yang menjadi harapan tetapi menerima apa yang Allah tentukan atau Allah berikan (menunggu apa yang terbaik menurut Allahu akbar atas apa yang akan kita terima).
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE TIGA BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, sebagai pemeluk Agama Islam muslimin dan muslimat kita harus mampu mengatur dengan baik setiap apa yang ALLAHU AKBAR berikan kepada kita (Rezeki) sehingga kita tidak merasakan suatu kekurangan dalam hidup kita dengan apa yang ALLAHU AKBAR berikan, maka barulah kita mendapatkan atau menemukan ketenangan dalam kehidupan.
Apabila kita mengatur penghasilan (Rezeki) berdasarkan apa yang kita inginkan (bukan berdasarkan apa yang ALLAHU AKBAR berikan), maka sampai kapanpun baik kita sebagai suami maupun istri tidak akan menemukan ketenangan dalam kehidupan ini, karena kemauan manusia tidak ada habis-habis nya dan cukup–cukupnya walaupun berapa besar biaya yang disediakan, bila tidak mau mengikuti atau menerima apa-apa yang ALLAHU AKBAR berikan yang terbaik untuk kita.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE EMPAT BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat mungkin siapapun orangnya tentu sangat mengharapkan sesuatu yang baik, sesuatu yang bagus, sesuatu yang enak, sesuatu yang pas bahkan mungkin berlebih untuk dirinya, namun terkadang harapan tidak selalu sesuai dengan apa yang diterima, sebagai contoh kecil saja, kita mengharapkan rejeki yang cukup bahkan berlebih dari Allah namun pada kenyataanya kurang yang kita dapat, kita mengharapkan sehat namun sakit yang kita terima, melihat contoh kecil diatas terkadang mungkin saja timbul dalam hati kecil kita “Apakah Allah tidak mengetahui atau mengabulkan apa yang kita inginkan“ sehingga kita merasa kekurangan dan tidak adanya ketenangan dalam hidup.
Sahabat-sahabat jama’ah shalat tarawih yang saya hormati, apabila sesuatu yang kita inginkan atau tidak kita inginkan menimpa diri kita, maka seharusnyalah kita terima dengan ikhlas karena Allah dan yakinkan serta tanamkan dalam hati bahwa semua yang terjadi atas ke-Maha Pengaturan Allah. Janganlah pernah menilai ataupun mengukur apa yang diberikan Allahu Akbar kepada kita, tetapi lihatlah siapa yang memberikan itu semua kepada kita, Dialah Allahu Akbar Tuhan semesta Alam, agar tidak melunturkan nilai-nilai keimanan kepada Allahu Akbar, sehingga Allah tetap dekat dengan kita serta tetap sejalan dengan fungsi manusia diciptakan Allah yaitu untuk menjadi Khalifah di muka bumi yang bernilaikan ibadah kepada-Nya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE LIMA BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jamaah shalat Tarawih yang berbahagia, maksud Allah memberikan nafsu/keinginan pada manusia untuk membuat program dasar dari keinginan manusia, selanjutnya kita mau mengarahkan kemana keinginan tersebut, misalnya dalam manusia program dasarnya adalah kekhalifahan. Program dasar ini tidak bisa dilanggar walaupun keinginannya berubah-ubah. Dalam menjalankan keinginan ada satu batas yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyimpang dari program yang telah dibuat tersebut, agar program tetap berfungsi. Keinginan manusia ada 2 macam : keinginan yang mengarah pada keburukan (sifat kesetanan) dan keinginan yang mengarah pada kebaikan (sifat kerasulan).
Agar dalam pelaksanaannya tidak menyimpang dari program dasar yang kita buat, bila ada salah satu sifat yang lebih tinggi agar tidak melewati batas sifat yang ada, misalnya apabila sifat kesetanan tinggi dan sifat kerasulan rendah maka hati sebagai kontrol harus menurunkan sifat kesetanan tadi atau menaikkan sifat kerasulan, sehingga tidak ada sifat yang melewati ambang batas dalam program dasar yang telah dibuat. Contoh : bila kita sedang marah kepada seseorang berarti sifat kesetanan dalam diri kita sedang naik/tinggi, untuk mengimbangi sifat kesetanan tadi bisa dilakukan dengan menaikkan sifat kerasulan (misalnya dengan berpikir untuk apa kita marah pada seseorang tadi padahal dia adalah saudara kita, atau bisa dengan menurunkan/meredam sifat kesetanan atau kemarahan dengan bersabar).
Sasarannya supaya seorang manusia tadi dapat melaksanakan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah dengan baik dan benar dengan mengatur keinginannya sebagaimana penjelasan di atas.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE ENAM BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sejak sebelum diciptakan kemudian hidup dan mati untuk seorang manusia, telah diatur oleh Allah yang dimasukkan dalam daftar kodrat. Sehingga walaupun manusia berusaha untuk merubah kehidupannya baik rejekinya, kesehatannya, dan lain-lain untuk menjadi lebih baik seperti apa yang diharapkan pada pelaksanaan kodrat tersebut, namun yang mampu merubah untuk mencapai ke arah yang lebih baik atau yang diharapkan oleh seorang manusia hanya Allahu Akbar saja yang mampu untuk merubah-Nya. Jadi dengan demikian, seorang manusia itu berusaha atau tidak berusaha dalam kehidupannya telah ada pengaturan dari Allah Yang Maha Besar untuk diterima manusia, itulah yang dinamakan “Nasib”.
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah Yang Maha Besar, maka sikap dalam menerima nasib ada berapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu :

Sikap secara akal :
Jika bernasib baik :

Memuji Allah (Alhamdulillahi robbil ‘alamiin) aku terima pemberian-Mu, karena Engkau berikan sesuai dengan harapanku, semoga di masa mendatang Engkau berikan yang lebih baik lagi.

Jika bernasib buruk :

Tetap memuji Allah (Alhamdulillahi robbil ‘alamiin) aku terima pemberian-Mu, meskipun Engkau berikan yang bukan jadi harapanku, semoga di masa mendatang Engkau berikan yang menjadi harapanku.

Sikap secara tauhid :
Jika bernasib baik :

Memuji Allah (Alhamdulillahi robbil ‘alamiin) aku terima ketentuan yang Engkau berikan baik yang merupakan harapanku ataupun yang bukan merupakan harapanku, dan Engkau tetap dekat denganku serta tidak menjauhi aku, semoga masa mendatang Engkau lebih dekat padaku dan tidak menjauhi aku, serta minimal Engkau pertahankan kedekatanku kepada-MU.

Jika bernasib buruk :

Tetap memuji Allah (Alhamdulillahi robbil ‘alamiin) aku terima ketentuan yang Engkau berikan baik yang merupakan harapanku ataupun yang bukan merupakan harapanku, sehingga Engkau putuskan hubunganku dengan-MU, semoga masa mendatang Engkau dekatkan hubunganku dengan-MU dan mohon pengampunan-MU atas putusnya hubungan dengan-MU.
Sedangkan tindakan yang kita lakukan setelah menerima nasib baik atau nasib buruk adalah digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE TUJUH BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, di malam bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang ditentukan oleh Allahu Akbar yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan yang dinamakan “Lailatul Qadar”. Di malam tersebut turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman untuk nabi Muhammad dan umatnya dalam menjalankan kehidupannya. Di malam tersebut turun malaikat Jibril dan para malaikat lainnya untuk menyaksikan apa yang dilakukan umat Muhammad, selanjutnya melaporkan nilai kebaikannya kepada Allahu Akbar. Maka selama Bulan Ramadhan kita melakukan kebaikan-kebaikan hanya karena Allahu Akbar, agar disaat malaikat turun menilai, kita sedang melakukan hal-hal yang bernilaikan ibadah kepada Allahu Akbar, bukan melakukan hal-hal lain yang tidak bernilaikan ibadah kepada Allahu Akbar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE DELAPAN BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia, guna berusaha bersungguh-sungguh untuk menyelaraskan diri dengan maunya Allah dalam menciptakan manusia yaitu untuk menjadi khalifah dimuka bumi yang bernilaikan ibadah kepada-Nya, menurut saya sangatlah perlu untuk menanamkan pada diri kita : niat, usaha dan tekad yang sungguh-sunguh karena Allah. Menurut pendapat saya tandanya bersungguh-sungguh dalam pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah kira-kira adalah seorang pelaksana tugas khalifah yang selalu berusaha semaksimal mungkin untuk siap karena Allahu Akbar dalam melaksanakan tugas-tugas khalifah dengan baik & benar. Dimana letak bersungguh-sungguhnya adalah pelaksana tugas khalifah tersebut berani mengambil sikap untuk siap selalu karena Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KE SEMBILAN BELAS

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, sebagai manusia ciptaan Allah dimuka bumi ini melaksanakan tugas-tugas dari pada-Nya yakni : Melaksanakan tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada-Nya, dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut berpedoman dengan aturan-aturan yang ALLAHU AKBAR berikan (Al-Qur’an) dan contoh-contoh yang Rasul contohkan.
Untuk berpedoman kepada aturan-aturan yang ALLAHU AKBAR berikan dan Rasul contohkan tersebut, baru bisa dapat kita laksanakan setelah kita paham dan mengerti apa maksud dan tujuan setiap aturan-aturan dan contoh-contoh yang Rasul berikan kepada kita.
Sehingga kita perlu mengkaji maksud dan tujuan Allah berfirman dalam Al-Qur’an dan Rasul bersabda dalam Al-Hadits. Dasarnya mengkaji : lautan sebagai tintanya bahkan ditambahkan lagi dengan lautan sebesar itu pula, namun belum bisa cukup untuk menafsirkan semua aturan-aturan yang ALLAHU AKBAR berikan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, agar dalam pelaksanaan tugas-tugas khalifah dapat berjalan dengan baik dan benar menurut pendapat saya, ada tiga langkah yang perlu diperhatikan yaitu :

Mengerti akan tugas yang akan dilaksanakan, yaitu sebelum kita melaksanakan suatu tugas, perlunya kita mengerti dahulu akan tugas yang akan dilaksanakan dari yang memberikan tugas tersebut.
Meminta penjelasan atau menanyakan kembali apabila belum mengerti, yaitu setelah mendapat penjelasan dari pemberi tugas kepada kita, apabila masih belum dimengerti dengan benar atau masih belum jelas tanyakan kembali kepada pemberi tugas guna mendapatkan penjelasan kembali sampai dengan dimegertinya tugas tersebut.
Melaporkan hasil pelaksanaan, yaitu setelah tugas tersebut dilaksanakan apapun hasilnya, kita laporkan kembali kepada yang memberi tugas atau yang menugaskan, guna mengetahui pelaksanaan dari yang kita laksanakan apakah sudah atau belumnya berjalan secara baik dan benar.

Sahabat-sahabat muslimin dan muslimat sekalian khususnya anggota PGR atas penjelasan singkat diatas, hal ini bertujuan agar Ke-ridha-an Allah dan Rasulnya selalui menyertai kita dalam menempuh hidup dan kehidupan ini, maka kita selalu memposisikan diri kita sebagai pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah dan kita selalu siap kerena Alah dalam pelaksanaan tugas khalifah, serta berusaha maksimal dan sungguh-sungguh dengan berpedoman pada ajaran maupun arahan-arahan kebenaran yang telah diberikan kepada kita serta melihat contoh-contoh yang dicontohkan Rasulullah atau Khalifatullah semasa hidupnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH SATU

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat–sahabat kaum Muslimin dan Muslimat yang berbahagia, dalam sebuah Hadist Qudsi yang mengisahkan dialog antara ALLAHU AKBAR dengan Nabi Musa, ALLAHU AKBAR bertanya kepada Musa Kalamullah ”Amal apa yang kau berikan untuk-KU?”, lalu Musa menjawab ”Bukankah aku sudah shalat?” lalu ALLAHU AKBAR berfirman ”Sesungguhnya shalatmu KU-kembalikan untukmu” lalu ALLAHU AKBAR bertanya ”Amal apa yang kau berikan untuk-KU ?” lalu Musa menjawab ”Bukankah aku sudah berpuasa?”, ALLAHU AKBAR berfirman ”Sesungguhnya puasamu KU-kembalikan untukmu” hal tersebut berulang sampai akhirnya Nabi Musa menyerah dan bertanya kembali kepada ALLAHU AKBAR, lalu ALLAHU AKBAR menjawab: ”Amal yang untuk-KU adalah mencintai hamba-hamba yang AKU cintai dan berjuang di jalan-KU”.
Sahabat-sahabat yang berbahagia, yang menyebabkan mencintai hamba-hamba yang ALLAHU AKBAR cintai dianggap sebagai amal untuk ALLAHU AKBAR kira-kira disebabkan hasil amal perbuatan tersebut tidak kembali kepada kita, yang kembali kepada kita adalah balasan dari ALLAHU AKBAR yang bukan dari amal perbuatan (kalau ALLAHU AKBAR mau membalasnya). Contoh: dalam melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan tidak mendapatkan amal dari perbuatan tersebut melainkan kalau ada hanyalah balasan dari ALLAHU AKBAR, karena perbuatan tersebut (pelaksanaan tugas kekhalifahan) merupakan amal kepada ALLAH, demikian juga menunjang khalifah melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan, mencintai hamba-NYA yang DIA cintai dengan bermacam-macam pengorbanan yang hasilnya tidak kembali kepada kita kecuali balasan dari ALLAHU AKBAR karena perbuatan tersebut, dan sebagai khalifah yang mau berjuang kita menunjang atau mau membantunya baik moril/materiil, apabila kelak masuk syurga/neraka bukanlah karena amal kita tetapi merupakan balasan ALLAHU AKBAR atas amal-amal kita kepada-NYA. Menunjang disini adalah memberikan sesuatu kepada hamba yang ALLAHU AKBAR cintai dilakukan ikhlas karena ALLAHU AKBAR semata karena mencintai hamba ALLAHU AKBAR tersebut, tanpa mengharapkan sesuatu apapun.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH DUA

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat jama’ah shalat Taraweh yang berbahagia, sesama Islam itu “bersaudara” apabila kita menerima atau menyampaikan Islam tersebut karena ALLAHU AKBAR. Namun apabila kita menerima atau menyampaikan bukan karena ALLAHU AKBAR atau karena seorang figur, wajar bila terjadi bentrok pendapat ataupun bentrok fisik sesama Islam. Karena antara figur yang satu dengan figur yang lain belum tentu sama pendapatnya mengenai pemahaman dan pengertian tentang Islam. Untuk kita ketahui bahwa Islam itu sendiri bermakna “damai”. Jadi apabila antara sesama Islam bertengkar atau berselisih tidaklah mungkin terjadi, kecuali yang bersangkutan belum mengerti tentang Islam itu sendiri.
Sahabat-sahabat jama’ah shalat taraweh yang berbahagia apabila kita mau menerima Islam tersebut dari ALLAHU AKBAR atau karena ALLAHU AKBAR walaupun kita mempelajarinya dari bermacam-macam figur, insya ALLAH tidak akan terjadi bentrok pendapat ataupun bentrok fisik.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH TIGA

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat jama’ah shalat taraweh yang berbahagia, menurut saya jihad atau berjuang di jalan Allahu Akbar kira-kira adalah : Berjuang di jalan Allahu Akbar dalam mempertahankan atau menegakkan kebenaran dari yang benar karena Allahu Akbar, agar manusia yang tidak benar menjadi benar menurut pandangan Allahu Akbar, serta kita harus ikut bergabung dalam kelompok kebenaran tersebut dan mengerti, lalu berusaha semaksimal mungkin melaksanakan kebenaran tersebut dengan segenap kemampuan yang Allahu Akbar berikan”.
Sehingga bila kita ingin berjihad atau berjuang di jalan Allah maka minimal kita mengerti kebenaran yang akan diperjuangkan dan mengetahui kelompok kebenaran tersebut sehingga perjuangan yang kita laksanakan tidak menjadi sia-sia.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH EMPAT

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, membayar zakat adalah berkaitan dengan amanah yang Allahu Akbar titipkan kepada orang-orang yang beriman atas rezeki yang sudah diterima dari-Nya (sebagai uji kejujuran). Uji kejujuran ini wujud pelaksanaannya bisa dilihat dari hari jatuh tempo pembayarannya, apakah yang dikeluarkan sesuai dengan aturan dari yang Maha Adil atau tidak hanyalah orang-orang yang melaksanakannya yang mengetahui dan Allahu Akbar yang dapat menilainya. Hal tersebut kita lakukan agar kita terhindar dari orang-orang yang dicap oleh Allahu Akbar sebagai pendusta agama.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH LIMA

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, pembayaran zakat fitrah dengan ketentuan berupa beras sebanyak 3,5 liter atau berupa uang senilai dengan harga beras yang kita makan sehari-hari, maka orang tersebut tinggal menghitung berapa kira-kira yang harus dibayar atau dikeluarkan untuk zakat fitrah setiap tahunnya. Tidak ada ketentuan beras yang mana yang harus dipakai untuk membayar zakat fitrah tersebut. Apabila ada seseorang yang sudah berusaha untuk mengumpulkan agar bisa membayar zakat setelah melaksanakan puasa Ramadhan, namun karena musibah akhirnya tidak bisa membayar zakat karena dipakai sendiri, kira-kira yang harus dilakukan adalah mengambil jalan terakhir yaitu dengan tenaganya atau pikirannya menyatakan diri kepada Allahu Akbar, berjuang untuk kepentingan anak yatim piatu dan fakir miskin dengan menjadi pengurus atau pengumpul zakat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH ENAM

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, batas waktu untuk pembayaran zakat fitrah yang telah Allahu Akbar tentukan kira-kira yaitu: dari mulai masuknya bulan Ramadhan sampai dengan sebelum selesainya sholat Iedul Fitri, namun apabila kita membayar zakat fitrah tersebut setelah selesainya sholat Iedul Fitri maka tidak termasuk zakat tetapi merupakan sebagai sedekah biasa saja.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH TUJUH

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat muslimin dan muslimat sekalian, zakat adalah bertujuan untuk menunjang kegiatan-kegiatan operasional Islam dan penunjangan orang-orang Islam agar adanya kesejahteraan dan kemakmuran bagi orang-orang Islam khususnya anak yatim piatu dan fakir miskin dalam hidup dan kehidupan. Oleh karena itu zakat tidak dibenarkan/tidak boleh diperkembang biakan atau dipakai untuk bisnis/usaha yang lain dahulu karena walaupun mendapatkan untung sama saja tidak untung karena sama saja menghambat penunjangan, apalagi kalau rugi berarti terhentinya penunjangan karena sama saja memakai hak/amanah orang lain yang bukan haknya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KEDUA PULUH DELAPAN

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat jama’ah Shalat Taraweh yang berbahagia, sebagai umat Islam yang mempunyai suri tauladan atau seperti contoh-contoh yang baik dan benar yang dicontohkan oleh para Pembawa Suara Kebenaran atau Rasul yang diutus oleh Allahu Akbar, tentunya suri tauladan yang kita dapatkan adalah pelajaran atau pengertian dalam melaksanakan hubungan baik antar sesama manusia maupun hubungan baik dengan Allahu Akbar, salah satu bentuk pengertian yang diajarkan kepada kita adalah ahlaqul karimah (akhlak yang mulia) yang merupakan suatu yang dapat secara langsung dilihat oleh umat. Akhlaqul Karimah ini sangatlah penting dilaksanakan dalam pelaksanaan hidup dan kehidupan, terutama sebagai pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allahu Akbar.
Menurut saya kira-kira yang disebut dengan Ahlaqul karimah yaitu selalu dapat menempatkan suatu ucapan dan perbuatan serta tingkah laku yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang dihadapi dengan tidak meninggalkan kebesaran Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH SEMBILAN

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah shalat Tarawih rahima kumullah, untuk penetapan 1 Syawal diketahui dari petunjuk langsung yang Allahu Akbar tentukan, kemudian diumumkan kepada seluruh anggota PGR atau yang meyakininya. Apabila kita sedang berpuasa di bulan Ramadhan, apabila telah tiba 1 Syawal maka kita wajib membatalkan puasa atau berbuka puasa karena Allahu Akbar mengharamkan puasa di hari itu, apabila kita masih berpuasa maka gugurlah semua puasa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan.
Sebagai contoh : Bila kereta berjalan dari stasiun ke stasiun, bila berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Bila kereta berjalan dari stasiun sebelum stasiun berikutnya sinyal ditutup, bila kereta tidak berhenti dan dipaksakan untuk mencapai stasiun maka hancurlah seluruh gerbong kereta yang ada. Demikian juga bila kita berpuasa mulai terbit matahari, sebelum matahari terbenam muncul sinyal 1 syawal, bila kita paksakan untuk berpuasa sampai matahari terbenam maka hancurlah nilai puasa yang kita kerjakan sebelumnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KULTUM MALAM KETIGA PULUH

Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan muslimat jama’ah shalat Tarawih rahima kumullah, apabila di akhir bulan Ramadhan terdapat perbedaan jatuhnya tanggal 1 Syawal antara ketentuan dari pemerintah atau ketentuan ahli hisab dari salah 1 versi keyakinan, sebelum kita menentukan pilihan kita teliti dulu kedua ketentuan tersebut, mana menurut kita yang paling benar. Jika kita masih ragu, maka mohon petunjuk kepada Allah, mana tanggal 1 Syawal yang benar. Jika kita dapatkan petunjuk tersebut dan kita sudah meyakininya, maka yakini karena Allah dan membatalkan puasa (berbuka puasa) karena Allah, karena apabila sudah masuk tanggal 1 Syawal kita tidak diperbolehkan berpuasa, karena hukumnya haram kalau tetap berpuasa dan apabila kita masih berpuasa maka gugurlah semua puasa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kumpulan Kultum Terbaru Bulan Ramadhan Kuliah Subuh Kuliah Ashar Kultum Magrib Menjelang Buka Puasa dan Kultum Shalat Tarawih

 Kesalahan Orang Berpuasa

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah meringankan hati kita dan memudahkan langkah kita bertemu dalam majelis ini. Semoga keselamatan dan kedamaian  tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat yang mulia, serta penerus  risalahnya hingga hari akhir nanti.

Kaum muslimin yang berbahagia …
Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan satu sama lainnya.  Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang pahala kita yang akan kita panen di  kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa  jadi sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalika …

Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat yang sudah sama-sama  kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang  yang shalat. Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia :

“ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari  salatnya” (QS Al Maun 3)

Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak sesuai aturannya.

Kaum muslimin yang berbahagia …
Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman tentang puasa  yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil yang juga mengingatkan kita dengan  gamblang tentang bahayanya orang berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil  pertama, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang berpuasa  tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda dari lisannya yang mulia :

َ    َ    َ              ْ                   َ     َ
.  رھسلا  إ ه مايق  نم ه ل  سيل  مئاق  برو ،  عوجلا  إ ه مايص  نم ه ل  سيل  مئاص  برُ ْ

“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali  hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan  apa-apa selain begadang saja” (HR An-NAsai)

Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari  Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala.  Peringatan berikutnya adalah dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan  keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah  SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang :

“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin,  Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?”

Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba  yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian  Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih  hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’,  maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang  tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah  dishahihkan oleh Albani )

Naudzu billah tsumma naudzu billah … ibaratnya dalam pepatah bahasa kita, sudah jatuh  tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam ramadhan sudah merupakan musibah  luar biasa, belum lagi ditambah doa laknat dati Jibril alaihissalam yang diaminkan oleh  Rasulullah SAW yang mulia ..!. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan  dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas.

Kaum muslimin yang berbahagia ..
Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa  mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan  orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan,  mari bersama  merenungkannya.

Pertama : Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga
kita :

Innamal  a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya ( HR Muttafaqi Alaih).

Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel  dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja. Pertanyaannya adalah, puasa  semestinya melatih orang untuk ikhlas, karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan  Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali  puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, (H.R.  Bukhari).

Tapi sungguh sayang sekali, ternyata masih ada yang ternoda keikhlasannya dalam berpuasa  karena godaan riya, harta maupun kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena ingin  dianggap, dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. Bisa jadi karena ewuh  pakewuh dengan mertua, atau takut dengan pimpinan di kantor, atau mungkin ingin eksis di  tengah rekan sejawat. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia.  Ada pula orang  yang  berpuasa karena mengincar harta, mungkin saja ini lebih banyak terjadi pada anak-anak  kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat lebaran nanti, karena mampu

menyelesaikan puasa dengan sempurna. Selain itu, ada juga yang berpuasa dengan  bersemangat, bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena keinginan pribadi untuk diet  dan menurunkan berat badan. Sungguh ini semua jika tidak dihapus dalam hati, akan mengotori  keikhlasan puasa kita, dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala.

Kaum muslimin yang berbahagia ..
Yang kedua adalah mereka yang berpuasa tanpa ilmu. Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan, atau  memahami tidak dengan sepenuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh  dan tanpa makna. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah.  Dari  Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :

“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan  dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah).

Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan bertanya, agar bisa menjalankan seluruh  rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna.

Kaum muslimin yang berbahagia ..
Golongan orang berpuasa yang celaka ketiga adalah merkea yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata, dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah  memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa.  Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam  himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini :

ه بارشو ه ماعط  عَدي  نأ يف ةجاح    سيلف ه ب  لمعلاو  روزلا  لوق  عَدي  مل  نم ُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT  tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya”  (HR Bukhori)

Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya.  Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah  dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

Kaum muslimin yang berbahagia ..
Yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan, dalam  arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah. Mereka tidak  menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu  ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. Rasulullah SAW  bersabda tentang bulan mulia ini :

“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu  neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan,  sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan (  HR Ahmad)

Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula  berusaha untuk bersedakah, memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Atau tidak pula  menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan  menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan pestapora di  malam hari.

Akhirnya, semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak  terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab

Kultum Tentang Ramadhan

Hadirin wal hadirot Jamaah Sholat Tarawih yang berbahagia
Sebuah nikmat yang sangat besar adalah kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bernafas di bulan Ramadhan ini. Sehingga kita bisa melaksanakan aktifitas-aktifitas yang bernilai ibadah, khususnya puasa.
Hadirin wal hadirot Jamaah Sholat Tarawih yang berbahagia
Umat Islam di seluruh dunia kembali menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kalau kita perhatikan, di bulan ini ada tiga terminologi agama yang sering muncul dibicarakan baik oleh kalangan ulama, ustadz, kyai dalam pengajian-pengajian, ataupun masyarakat kebanyakan. Ketiga terminologi itu adalah Al Quran, puasa (shaum) dan taqwa.
Mengapa ketiga terminologi itu sering muncul dalam berbagai kajian Ramadhan? Tidak bisa dipungkiri bahwa ketiga term ini mempunyai hubungan yang saling mendukung satu sama lain. Bukankah Al Quran sebagai firman Tuhan jelas diturunkan pada bulan puasa? Sementara berpuasa diwajibkan karena ada firman Tuhan dalam Al Quran? Adapun terminologi ketiga “taqwa atau bertaqwa” adalah esensi dan tujuan utama diwajibkannya kaum beriman untuk berpuasa, yang oleh Allah disebut pada akhir ayat tentang perintah berpuasa: “agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”.
Hadirin wal hadirot Jamaah Sholat Tarawih yang berbahagia
Oleh karena itu, dapat kita ketahui bahwa salah satu hikmah dari puasa Ramadhan adalah dapat mengantarkan umat menuju taqwa. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqoroh ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,”
Kata taqwa ( التَقْوَى ) berasal dari Wiqoyah ( الوِقَايَة ) yaitu kalimat yang menunjukkan penolakan terhadap sesuatu. Al-Wiqoyah berarti apa yang menghalangi sesuatu.
Maka, taqwa seorang hamba kepada Robbnya berarti menjadikan penghalang antara dia dengan apa yang ditakuti dari Robbnya berupa kemurkaan, kemarahan dan siksaanNya yaitu dengan cara menta’atiNya dan menjauhi maksiat kepadaNya.
Secara bahasa arab, taqwa berasal dari fi’il ittaqa-yattaqi, yang artinya berhati-hati, waspada, takut. Bertaqwa dari maksiat maksudnya waspada dan takut terjerumus dalam maksiat. Secara istilah, definisi taqwa sebagaimana yang diungkapkan oleh Thalq Bin Habib Al’Anazi:
العَمَلُ بِطَاعَةِ اللهِ، عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ، رَجَاءَ ثَوَابِ اللهِ، وَتَرْكِ مَعَاصِي اللهِ، عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ، مَخَافَةَ عَذَابِ اللهِ
“Taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah”
Demikianlah sifat orang yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa beribadah, bermuamalah, bergaul, mengerjakan kebaikan karena ia teringat dalil yang menjanjikan ganjaran dari Allah Ta’ala. Demikian juga orang bertaqwa senantiasa takut mengerjakan hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, karena ia teringat dalil yang mengancam dengan adzab yang mengerikan. Sehingga orang yang bisa melakukan hal tersebut akan dimuliakan di sisi Allah.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian” (QS. Al Hujurat: 13)
Hadirin wal hadirot Jamaah Sholat Tarawih yang berbahagia
Dalam ayat 2-4 Surat al-Baqoroh, Allah menyebutkan tentang cirri-ciri orang yang bertaqwa:
Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya,  petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”
Kalau dikaitkan dengan pengertian taqwa dari ayat tersebut, maka ciri-ciri orang bertaqwa sebagai essensi berpuasa menurut al-Quran adalah sebagai berikut:
Pertama, ciri orang bertaqwa adalah orang yang beriman kepada yang ghaib. Nampaknya Allah memang mendesain puasa sebagai sarana latihan agar orang-orang yang beriman bertambah kepercayaannya kepada yang ghaib. Dan pusat keghaiban adalah Allah itu sendiri. Dengan keimanan kepada adanya Dzat yang ghaib yang Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Memperhatikan segala gerak-gerik manusia, seseorang secara tidak langsung dilatih untuk selalu berbuat baik. Ketika berpuasa, setiap orang beriman sedang di latih untuk menghadirkan yang ghaib “Tuhan” dalam segala ruang dan waktu. Bukankah seseorang yang sedang berpuasa tatkala menyendiri di ruangan kantor, kamar yang terkunci atau tempat lain yang tidak dilihat orang bisa saja makan, minum dan berpura-pura bahwa dia sedang berpuasa ketika dihadapan orang banyak. Dengan adanya kesadaran kehadiran yang ghaib atau Allah dalam diri orang yang berpuasa, kecenderungan untuk berbuat curang atau berbohong akan terhindarkan, dan semangat untuk selalu berbuat yang terbaik akan tumbuh karena ada kontrol sosial yang melekat dalam dirinya.
Kedua, orang yang bertaqwa adalah orang yang selalu mendirikan shalat. Karakter taqwa ini pun dalam bulan puasa sedang digembleng oleh Allah. Di bulan puasa umat Islam bukan hanya dilatih untuk menjalankan shalat yang sipatnya wajib, bahkan shalat yang sunnah seperti shalat malam (tarawih) sangat dianjurkan di bulan ini. Harapannya, setelah puasa, fungsi shalat sebagai pencegah dari perbuatan keji dan munkar bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari diluar ramadhan.
Karakteristik ketiga disebut orang bertaqwa adalah orang yang menafkahkan sebagian rizkinya. Di bulan ramadhan ini, anjuran untuk zakat, infaq dan shadaqah betul-betul ditekankah. Dengan menggandakan pahala yang berlipat-lipat, Allah sedang melatih keshalihan sosial seorang Muslim di bulan ramadhan. Dengan harapan kesadaran sosial menafkahkan harta untuk membantu fakir miskin terus dijalankan oleh orang Islam diluar ramadhan.
Keempat, disebut orang bertaqwa kalau seseorang mempercayai bahwa Allah telah menurunkan kitab suci kepada Muhammad (Al-Quran) dan kitab-kitab yang turun sebelum Rasul terakhir itu. Nampaknya Allah ingin melatih orang Islam di bulan ramadhan agar sadar akan adanya tuntunan hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu Al-Quran. Membaca dan mempelajari al Quran sangat ditekankan di bulan ini. Kepercayaan akan adanya kitab sebelum rasul Muhammad, juga merupakan kepercayaan kepada yang ghaib.
Kelima, ciri orang bertaqwa yang disebut Al Quran adalah orang-orang yang mempercayai akan adanya hari akhirat. Ini berarti semakin menegaskan karakter pertama orang disebut taqwa yaitu percaya kepada yang ghaib. Bukankah kepercayaan adanya hari akhirat dan hari pembalasan juga termasuk kepercayaan kepada yang ghaib. Dengan keyakinan akan adanya hari akhirat, setiap Muslim diharapkan mempunyai semangat hidup yang optimis untuk selalu berbuat baik, dengan harapan memperoleh pula kebaikan ketika hidup kembali setelah kematian.
Hadirin wal hadirot Jamaah Sholat Tarawih yang dimulyakan oleh Allah
Lantas apakah hubungan antara puasa dengan ketaqwaan? Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, tentang keterkaitan antara puasa dengan ketaqwaan: “Puasa itu salah satu sebab terbesar menuju ketaqwaan. Karena orang yang berpuasa telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Selain itu, keterkaitan yang lebih luas lagi antara puasa dan ketaqwaan:

Orang yang berpuasa menjauhkan diri dari yang diharamkan oleh Allah berupa makan, minum jima’ dan semisalnya. Padahal jiwa manusia memiliki kecenderungan kepada semua itu. Ia meninggalkan semua itu demi mendekatkan diri kepada Allah, dan mengharap pahala dari-Nya. Ini semua merupakan bentuk taqwa’
Orang yang berpuasa melatih dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan menjauhi hal-hal yang disukai oleh nafsunya, padahal sebetulnya ia mampu untuk makan, minum atau berjima tanpa diketahui orang, namun ia meninggalkannya karena sadar bahwa Allah mengawasinya
Puasa itu mempersempit gerak setan dalam aliran darah manusia, sehingga pengaruh setan melemah. Akibatnya maksiat dapat dikurangi
Puasa itu secara umum dapat memperbanyak ketaatan kepada Allah, dan ini merupakan tabiat orang yang bertaqwa
Dengan puasa, orang kaya merasakan perihnya rasa lapar. Sehingga ia akan lebih peduli kepada orang-orang faqir yang kekurangan. Dan ini juga merupakan tabiat orang yang bertaqwa.

Jamaah sholat tarawih yang dimulyakan Allah
Oleh karena itu, marilah kita di bulan Ramadhan ini berusaha untuk menggapai ketaqwaan kepada Allah. Karena hanya dengan puasa saja tanpa ada usaha kita menuju ke ketaqwaan juga tidak akan bisa. misalnya kita hanya rajin ibadah hanya di bulan Ramadhan saja. Setelah keluar bulan Ramadhan ibadah kita kembali seperti semula atau bolong-bolong.
Semoga puasa kita dapat menjadi saksi dihadapan Allah tentang keimanan kita kepada-Nya. Dan semoga puasa kita mengantarkan kita menuju derajat taqwa, menjadi hamba yang mulia di sisi Allah Ta’ala.
Kultum Tentang Remaja ( Nasihat Untuk Remaja Muslim )
Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara yang bisa melalaikan mereka dari mengingat Allah subhanahu wata’ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.
Wahai para pemuda muslim, tidakkah kalian menginginkan kehidupan yang bahagia selamanya? Tidakkah kalian menginginkan jannah (surga) Allah subhanahu wata’ala yang luasnya seluas langit dan bumi?
Ketahuilah, jannah Allah subhanahu wata’ala itu diraih dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang mereka tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka merasa bahwa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan menyeret mereka kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185)
Untuk Apa Kita Hidup di Dunia?
Wahai para pemuda, ketahuilah, sungguh Allah subhanahu wata’ala telah menciptakan kita bukan tanpa adanya tujuan. Bukan pula memberikan kita kesempatan untuk bersenang-senang saja, tetapi untuk meraih sebuah tujuan mulia. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)
Beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah tugas utama yang harus dijalankan oleh setiap hamba Allah.
Dalam beribadah, kita dituntut untuk ikhlas dalam menjalankannya. Yaitu dengan beribadah semata-mata hanya mengharapkan ridha dan pahala dari Allah subhanahu wata’ala. Jangan beribadah karena terpaksa, atau karena gengsi terhadap orang-orang di sekitar kita. Apalagi beribadah dalam rangka agar dikatakan bahwa kita adalah orang-orang yang alim, kita adalah orang-orang shalih atau bentuk pujian dan sanjungan yang lain.
Umurmu Tidak Akan Lama Lagi
Wahai para pemuda, jangan sekali-kali terlintas di benak kalian: beribadah nanti saja kalau sudah tua, atau mumpung masih muda, gunakan untuk foya-foya. Ketahuilah, itu semua merupakan rayuan setan yang mengajak kita untuk menjadi teman mereka di An Nar (neraka).
Tahukah kalian, kapan kalian akan dipanggil oleh Allah subhanahu wata’ala, berapa lama lagi kalian akan hidup di dunia ini? Jawabannya adalah sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:
“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)
Wahai para pemuda, bertaqwalah kalian kepada Allah subhanahu wata’ala. Mungkin hari ini kalian sedang berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang tertawa, berpesta, dan hura-hura menyambut tahun baru dengan berbagai bentuk maksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, tetapi keesokan harinya kalian sudah berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang menangis menyaksikan jasad-jasad kalian dimasukkan ke liang lahad (kubur) yang sempit dan menyesakkan.
Betapa celaka dan ruginya kita, apabila kita belum sempat beramal shalih. Padahal, pada saat itu amalan diri kita sajalah yang akan menjadi pendamping kita ketika menghadap Allah subhanahu wata’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Yang mengiringi jenazah itu ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalannya. Dua dari tiga hal tersebut akan kembali dan tinggal satu saja (yang mengiringinya), keluarga dan hartanya akan kembali, dan tinggal amalannya (yang akan mengiringinya).” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Wahai para pemuda, takutlah kalian kepada adzab Allah subhanahu wata’ala. Sudah siapkah kalian dengan timbangan amal yang pasti akan kalian hadapi nanti. Sudah cukupkah amal yang kalian lakukan selama ini untuk menambah berat timbangan amal kebaikan.
Betapa sengsaranya kita, ketika ternyata bobot timbangan kebaikan kita lebih ringan daripada timbangan kejelekan. Ingatlah akan firman Allah subhanahu wata’ala:
“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Al Qari’ah: 6-11)
Bersegeralah dalam Beramal

Wahai para pemuda, bersegeralah untuk beramal kebajikan, dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena shalat adalah yang pertama kali akan dihisab nanti pada hari kiamat, sebagaimana sabdanya:
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali manusia dihisab dengannya di hari kiamat adalah shalat.” (HR. At Tirmidzi, An Nasa`i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lafazh hadits riwayat Abu Dawud no.733)
Bagi laki-laki, hendaknya dengan berjama’ah di masjid. Banyaklah berdzikir dan mengingat Allah subhanahu wata’ala. Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat nanti.
Banyaklah bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala. Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang telah kalian lakukan selama ini. Mudah-mudahan dengan bertaubat, Allah subhanahu wata’ala akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memberi pahala yang dengannya kalian akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wahai para pemuda, banyak-banyaklah beramal shalih, pasti Allah subhanahu wata’ala akan memberi kalian kehidupan yang bahagia, dunia dan akhirat. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An Nahl: 97)
Engkau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?
Pertanyaan inilah yang akan diajukan kepada setiap hamba Allah subhanahu wata’ala pada hari kiamat nanti. Sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam salah satu haditsnya:
“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At Tirmidzi no. 2340)
Sekarang cobalah mengoreksi diri kalian sendiri, sudahkah kalian mengisi masa muda kalian untuk hal-hal yang bermanfaat yang mendatangkan keridhaan Allah subhanahu wata’ala? Ataukah kalian isi masa muda kalian dengan perbuatan maksiat yang mendatangkan kemurkaan-Nya?
Kalau kalian masih saja mengisi waktu muda kalian untuk bersenang-senang dan lupa kepada Allah subhanahu wata’ala, maka jawaban apa yang bisa kalian ucapkan di hadapan Allah subhanahu wata’ala Sang Penguasa Hari Pembalasan? Tidakkah kalian takut akan ancaman Allah subhanahu wata’ala terhadap orang yang banyak berbuat dosa dan maksiat? Padahal Allah subhanahu wata’ala telah mengancam pelaku kejahatan dalam firman-Nya:
“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.” (An Nisa’: 123)
Bukanlah masa tua yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan di masa muda kalian ini untuk kebaikan.
Ingat-ingatlah selalu bahwa setiap amal yang kalian lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Jauhi Perbuatan Maksiat

Apa yang menyebabkan Adam dan Hawwa dikeluarkan dari Al Jannah (surga)? Tidak lain adalah kemaksiatan mereka berdua kepada Allah subhanahu wata’ala. Mereka melanggar larangan Allah subhanahu wata’ala karena mendekati sebuah pohon di Al Jannah, mereka terbujuk oleh rayuan iblis yang mengajak mereka untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala.
Wahai para pemuda, senantiasa iblis, setan, dan bala tentaranya berupaya untuk mengajak umat manusia seluruhnya agar mereka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, mereka mengajak umat manusia seluruhnya untuk menjadi temannya di neraka. Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala jelaskan dalam firman-Nya (yang artinya):
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Setiap amalan kejelekan dan maksiat yang engkau lakukan, walaupun kecil pasti akan dicatat dan diperhitungkan di sisi Allah subhanahu wata’ala. Pasti engkau akan melihat akibat buruk dari apa yang telah engkau lakukan itu. Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya):
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Az Zalzalah:
Setan juga menghendaki dengan kemaksiatan ini, umat manusia menjadi terpecah belah dan saling bermusuhan. Jangan dikira bahwa ketika engkau bersama teman-temanmu melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala, itu merupakan wujud solidaritas dan kekompakan di antara kalian. Sekali-kali tidak, justru cepat atau lambat, teman yang engkau cintai menjadi musuh yang paling engkau benci. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu karena (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu).” (Al Maidah: 91)
Demikianlah setan menjadikan perbuatan maksiat yang dilakukan manusia sebagai sarana untuk memecah belah dan menimbulkan permusuhan di antara mereka.
Ibadah yang Benar Dibangun di atas Ilmu
Wahai para pemuda, setelah kalian mengetahui bahwa tugas utama kalian hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala semata, maka sekarang ketahuilah bahwa Allah subhanahu wata’ala hanya menerima amalan ibadah yang dikerjakan dengan benar. Untuk itulah wajib atas kalian untuk belajar dan menuntut ilmu agama, mengenal Allah subhanahu wata’ala, mengenal Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini, mengenal mana yang halal dan mana yang haram, mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah), serta mana yang sunnah dan mana yang bid’ah.
Dengan ilmu agama, kalian akan terbimbing dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala, sehingga ibadah yang kalian lakukan benar-benar diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala. Betapa banyak orang yang beramal kebajikan tetapi ternyata amalannya tidak diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala, karena amalannya tidak dibangun di atas ilmu agama yang benar.
Oleh karena itu, wahai para pemuda muslim, pada kesempatan ini, kami juga menasehatkan kepada kalian untuk banyak mempelajari ilmu agama, duduk di majelis-majelis ilmu, mendengarkan Al Qur’an dan hadits serta nasehat dan penjelasan para ulama. Jangan sibukkan diri kalian dengan hal-hal yang kurang bermanfaat bagi diri kalian, terlebih lagi hal-hal yang mendatangkan murka Allah subhanahu wata’ala.
Ketahuilah, menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka barangsiapa yang meninggalkannya dia akan mendapatkan dosa, dan setiap dosa pasti akan menyebabkan kecelakaan bagi pelakunya.
“Menuntut ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no.224)
Akhir Kata
Semoga nasehat yang sedikit ini bisa memberikan manfaat yang banyak kepada kita semua. Sesungguhnya nasehat itu merupakan perkara yang sangat penting dalam agama ini, bahkan saling memberikan nasehat merupakan salah satu sifat orang-orang yang dijauhkan dari kerugian, sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala firmankan dalam surat Al ‘Ashr:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat- menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Wallahu ta‘ala a’lam bishshowab.
Kultum yang bertema ahlaq terpuji

KEUTAMAAN ORANG JUJUR

Ciri utama seorang muslim adalah jujur. Bukanlah dikatakan muslim sejati jika seorang masih berbohong dan menipu. Rasulullah saw dalam kehidupannya sehari – hari dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya. Karena itu jujur merupakan akhlak yang sangat baik dan indah menurut pandangan Allah.
Sesungguhnya jika kita hidup di dunia ini memelihara kejujuran, maka kedamaian akan dapat dirasakan oleh umat manusia. Orang – orang yang selalu bersikap jujur dalam setiap tindakan dan ucapan, maka ia termasuk golongan yang beruntung. Artinya, ia beruntung di dunia dan beruntung di akhirat.
Kita semua tentu sangat setuju bahwa jujur merupakan budi pekerti yang mulia. Kejujuran dapat membimbing manusia menuju kebaikan. Apabila seseorang telah jujur dan mampu menempatkan suatu kebaikan, maka ia terbimbing menuju ke surgabukankah Rasulullah swa telah bersabda: “Sesungguhnya kejujuran membimbing kea rah kebaikan. Dan kebaikan itu membimbingnya ke surge. Sesorang yang jujur, maka hingga di sisi Allah ia akan menjadi orang yang jujur dan benar. Sedangkan sifat dusta membimbing orang pada kejahatan. Lalu kejahatan itu menyeret ke neraka. Sesorang yang biasa berdusta, maka hingga di sisi Allah kelak tetap menjadi pendusta”.  (HR Bukhari Muslim)
Orang yang suka berterus terang dan jujur dalam segala hal kehidupan ini, maka ia termasuk memiliki sifat kenabian. Sebab tentu saja orang – orang yang jujur ini suka sekali dengan kebenaran. Karena sukanya. Maka ia selalu memelihara akhlaknya diri dari dusta. Karena itu ia cenderung untuk melakukan kebaikan dan menegakkan kebenaran agama.
Allah berfirman : Dan sebutkanlah dalam Al Kitab tentang Ibrahim, bahwa ia adalah seseorang yang benar dan jujur, lagi pula seorang nabi. (Q. S. Maryam ayat 41).
Kejujuran itu dekat dengan kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang disenangi Allah. Jika Allah senang, maka pastilah dia akan mengasihi. Dan hambaNya yang jujur, maka kelak di hari kiamat akan disediakan tempat yang menyenangkan yaitu surga.

CONTOH KALIMAT PENUTUP KULTUM

Demikianlah kultum yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi hadirin semua, jika ada kekuragan saya mohon maaf.

Taqabbalallaahu minna waminkum taqabbal yaa kariimu, wassalaamu’ alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Hasil Pencarian Dukun News :

materi kultum singkat untuk pemula,kultum menjelang magrib,kultum setelah magrib,contoh kultum sholat ashar,kultum sebelum shalat magrib,Kultum untuk sh0lat ashar,materi kultum magrib

Bagikan Info Penting Ini ::