KATA MUTIARA BIJAK PALING TERBARU MATA NAJWA

KATA MUTIARA BIJAK PALING TERBARU MATA NAJWA bagi yang suka dengan acara Mata Najwa yang sering ditayangkan di metro tv pasti tidak asing lagi dengan Kata-Kata Bijak nya dan berikut adalah Kumpula Kata Mutiara Bijak Terbaru Mata Najwa Metro Tv ::

Tanpa pemuliaan pada ideologi, partai terus dukung-mendukung demi kursi.
Tengoklah haluan partai-partai kita, sebentar di sini lalu pindah ke sana.
Wajar terjadi pembangkangan di partai, tentang siapa dipilih & apa dicapai.
Demokrasi di partai makin kempis, oligarki mendikte apa yang strategis.
Mereka yang menolak turut serta, dipecat atas nama aturan oleh sang ketua.

Kita tak tahu lagi mana yang penting, sebab prinsip terkunci kepentingan nasib.
Partai memang punya baju dan bendera, tapi intinya kumpulan individu yang berlomba.
Berlomba-lomba mengubah nasib dirinya, nasib pubik biarlah jadi pemanis kata.

Karena kekuasaan memang harus dibatasi, maka bentengnya adalah konstitusi.
Undang-undang menjadi patokan, agar sengketa tak berujung kekerasan.
MK menjadi begitu strategis, mengawal Indonesia agar tetap demokratis.
Silakan ajukan perkara pada MK, beradu argumen di hadapan Hakim Hamdan Zoelva.
Biar MK yang memutuskan, pihak mana yang akan dimenangkan.
Kehormatan MK mutlak dijaga, agar semua keputusannya bisa berwibawa.
Hakim MK memang manusia biasa, bisa salah dan juga bisa alpa.
Selama tak tersandung korupsi dan kolusi, kita masih bisa berharap pada Mahkamah Konstitusi.
Karena sekali lagi korupsi, wibawa MK akan habis terkebiri.

Takkan banyak menteri di era sekarang, yang akan menjabat lagi di kabinet mendatang.
Maka bekerja sebaik-sebaiknya di waktu tersisa, jadi pilihan terbaik yang paling bijaksana.
Transisi harus berlangsung mulus, agar roda pemerintahan tak gampang terputus.
Mewariskan fondasi yang bermutu, agar pemerintah yg baru bisa terbantu.
Inilah risiko pergantian kekuasaan, pembaharuan niscaya diikuti perombakan.
Sebab pemerintah berikutnya sudah mulai bersiap, dengan sederet calon yang antre ingin menjabat.
Gerilya ke kanan dan ke kiri mulai digencarkan, berharap dapat jatah di kementerian.
Berkas dan lamaran sudah disodor-sodorkan, seakan benar punya kemampuan dan memenuh standar kelayakan.
Bagi mereka yang berambisi jadi menteri, ingat, rakyat punya ekspektasi yang sangat tinggi.
Jika tidak punya kapasitas pribadi, pasti malah membebani di kemudian hari.
Lagipula jabatan hanyalah amanah, yang akan memburu ke mana pun Anda melangkah.

Bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi tetapi bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari.
Berbicara politik sebagai debat kebijakan, bukan kasak-kusuk elit berebut kekuasaan.
Kita ingin melihat perubahan, anggaran sektor publik yang maju signifikan.
Jangan buat rakyat larut isu-isu kacangan, sementara anggaran kesehatan kurang dari 3 persen.
Tak usah  berlomba adu mewah paling keren, sementara anggaran air dan sanitasi tak genap 1 persen.
Mari kita mengubah makna politik, agar lebih berorientasi kepada urusan publik.
Menunggu wakil rakyat yang sadar posisi untuk berbakti, tak gampang mabuk jabatan dan materi.
Telah berlalu show politik permainan citra, sebab rakyat sudah terlatih memisah dusta dari kata.

Semoga Kata-Kata Mutiara Bijak Tentang Kehidupan dari Mata Najwa bisa dijadikan Inspirasi Buat para pembaca

Bagikan Info Penting Ini ::