DAFTAR PEMBALUT WANITA YANG MENGANDUNG PEMUTIH KLORIN

DAFTAR NAMA MERK PEMBALUT WANITA YANG MENGANDUNG PEMUTIH KLORIN . Berita update paling terbaru pada kesempatan kali ini segala yang berhubungan dengan Daftar Nama Merk Pembalut Waniita Yang Mengandung Klorin Pemutih Kertas Diantaranya yaitu ::

PEMBALUT WANITA YANG MENGANDUNG PEMUTIH KLORIN

DAFTAR PEMBALUT WANITA YANG MENGANDUNG PEMUTIH KLORIN

YLKI sebut pembalut yang beredar di Indonesia mengandung zat pemutih

9 Pembalut Ini Mengandung Klorin

Ini Dia Daftar Pembalut dan Pantyliner Berbahaya

9 Pembalut Merk Ternama ini Mengandung Zat Klorin pemutih

Pembalut wanita yang mengandung klorin pemutih kertas

Daftar Merek Pembalut Berklorin Temuan YLKI

Berdasarkan hasil uji dari lembaga YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia telah mengungkapkan ada Sembilan merek pembalut Wanita dan Pantyliner mengandung klorin Pemutih Kertas. Kandungan klorin paling tinggi 54,73 ppm pada produk dan pembalut dan paling rendah pada produk pantyliner 5,87 ppm.

Berikut ini daftar Sembilan merek pembalut Wanita dan dua pantyliner yang mengandung klorin Pemutih Kertas :

1. Charm kandungan klorin sebesar 54,73 ppm

2. Nina Anion (39,2 ppm).

3. My Lady (24,4 ppm)

4. VClass Ultra (17,74 ppm).

5. Kotex, Hers Protex, LAURIER, Softex, dan SOFTNESS masuk dalam daftar dengan kandungan klorin 6-8 ppm.

1. Pantyliner merek VClass mengandung klorin sebesar 14,68 ppm.

2. Laurier Active Fit (5,87 ppm).

Peneliti YLKI Arum Dinta mengatakan kecacatan pada label produk pembalut diperparah dengan tidak dicantumkannya tanggal masa berlaku (57%), dan komposisi yang terkandung (52%). Beberapa produk masih menggunakan nomor registrasi Kementerian Kesehatan yang dikhawatirkan sudah tidak berlaku lagi.

“Analisa label ini penting bagi pertanggungjawaban produsen bila terjadi masalah. Kami juga menemukan beberapa produk masih menggunakan kode registrasi Kemenkes sehingga dikhawatirkan tidak berlaku lagi,” kata Arum.

Data yang didapatkan YLKI dari WHO, bahwa dari jumlah 118 juta tersebut, 52 juta wanita berpotensi mengidap kanker rahim yang salah satunya disebabkan oleh kualitas pembalut. Survei YLKI pun menunjukkan semua pembalut yang beredar di pasaran mengandung klorin, hanya saja dengan kadar yang berbeda.

“Maka kami mendorong Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mencantumkan pada bungkus pembalut komposisi terutama kadar klorin yang terkandung, serta mendorong pemerintah mewajibkan produsen pembalut harus bebas dari kadar klorin yang merupakan salah satu pemicu karsinogenik atau kanker,” kata Ketua Umum YLKI Tulus Abadi.

Sebab, merujuk pada FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat), seharusnya ada aturan pembalut bebas klorin. “Kalau di luar negeri saja bisa, seharusnya kita juga bisa punya regulasi itu,” Ungkap Tulus.

Akan tetapi dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, pembalut wanita yang mengandung klorin sejauh ini aman digunakan. Pembalut wanita maupun pantyliner yang beredar di Indonesia, telah melewati proses uji laboratorium dan mendapat izin edar. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan, pemakaian klorin pun tidak diatur dalam standar Internasional karena aman digunakan. “Ambang batas untuk klorin itu tidak dicantumkan di persyaratan internasional. Jadi, itu yang memenuhi syarat dengan ambang batas lemah. Kalau klorin dimakan baru khawatir,” kata Linda di Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Linda menjelaskan, uji sampel pembalut juga rutin dilakukan, seperti tes daya serap dan kandungan zat di dalamnya, termasuk klorin. Klorin merupakan bahan yang biasa digunakan sebagai pemutih, seperti kertas. Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kandungan klorin dapat menggangu kesehatan organ intim wanita. YLKI pun merilis hasil penelitian terhadap 9 pembalut dan 7 pantyliner. Semua sampel yang diuji mengandung klorin dengan kadar yang berbeda-beda.

Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, hal itu tidak sesuai dengan hak konsumen untuk mendapatkan produk yang aman digunakan. YLKI mengungkapkan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 472/MENKES/PER/V/1996 tentang pengamanan bahan berbahaya bagi kesehatan, klorin tercantum sebagai bahan kimia bersifat racun dan iritasi. Selain itu, menurut YLKI, Food and Drugs Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat telah merekomendasikan pembuatan pembalut bebas klorin. Mengenai hal itu, menurut Linda, klorin memang bersifat sebagai racun jika dimakan. Namun, Linda memastikan, FDA juga tidak menetapkan standar penggunaan klorin pada pembalut, begitu pula dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Klorin itu yang tidak boleh, dikandung dalam makanan.

Jadi, nanti akan kami klarifikasi sama YLKI kalau itu peraturan makanan, ya memang enggak boleh. Dalam SNI tidak tercantum (standar klorin), di FDA juga tidak,” tegas Linda. Masyarakat diminta untuk tidak resah dengan adanya penelitian mengenai kadar klorin pada pembalut. Linda mengatakan, semua pembalut yang telah mendapatkan izin edar, tentunya aman digunakan oleh masyarakat.

Bagikan Info Penting Ini ::