ASAL USUL DAN CARA MERAWAT TANAMAN BONSAI

ASAL USUL DAN CARA MERAWAT TANAMAN BONSAI, Pada kesempatan kali ini kami akan membahas segala hal yang berhubungan dengan Tanaman Bonsai Yaitu::

bonsai beringin

cara membuat bonsai

bonsai asem

bonsai kelapa

jual bonsai

bonsai cemara udang

tanaman bonsai

harga bonsai

Jenis jenis Pohon Bonsai

cara merawat tanaman bonsai kamboja

cara merawat bonsai serut

cara merawat bonsai beringin

cara merawat bonsai asem

cara merawat bonsai kelapa

cara merawat bonsai santigi

cara merawat bonsai cemara udang

cara merawat bonsai boxus

Kata Bonsai itu diserap dari bahasa Mandarin Pen-Zai (Pen = Pot –Zai = Pohon), sebelumnya dalam bahasa Jepang disebut “Hachi-no-ki” = Pohon di dalam Pot. Tidak bisa dipungkiri, bahwa Bonsai itu sebenarnya berasal dari Tiongkok. Seni mengerdilkan tumbuh-tumbuhan di Tiongkok lebih dikenal dengan sebutan Penjing (Pinyin). Pen = Pot/Wadah/Dulang – Ying = Panorama Alam.

Penjing itu adalah merupakan seni mengerdilkan tanaman dengan mengambil inspirasi dari bentuk panorama alam. Gambar siluet dari panorama alam inilah yang mereka tata dalam sebuah tanaman yang dikerdilkan, hingga tanaman itu berbentuk lukisan alam yang indah dan hidup.

Penjing bisa dibagi dalam tiga kategori: Penjing Pohon (Shumu Penjing), Penjing Pemandangan/Alam (Shanshui Penjing), Penjing Air dan Tanah (Shuihan Penjing).

Asal muasalnya dari seni Penjing berdasarkan mitologi; konon ada seorang ahli sihir yang bernama Jiang Feng yang memiliki kemampuan menyihir sehingga apa saja yang disihir olehnya akan menjadi kecil. Sedangkan He-Nian seorang pujangga ketika jaman Dinasti Yuan telah menulis beberapa puisi mengenai Penjing dan salah satu kalimatnya telah menjadi kredo: “Yang Terkecil menjadi Yang Terbesar”

Seni Penjing sudah dikenal sejak jaman Dinasti Tang, tetapi baru pada saat Dinasti Qin menjadi sangat terkenal dan digandrungi oleh para pejabat tinggi maupun para Bikshu, sehingga setiap tahunnya diadakan lomba seni Penjing.

Konon ketika kerajaan Shuhan; terjadi persaingan terselubung antara kanselir Zhuge Liang (Cukat Liang) dengan Liu Bei. Untuk membuktikan tanda kesetiaannya Liu Bei terhadap Cukat Liang dan juga keinginan damainya. Liu Bei menghadiahkan Penjing Pohon buah Pear. Melalui pohon inilah hati sang kanselir akhirnya bisa luluh. Perlu diketahui bahwa Liu Bei juga adalah seorang satrawan maka dari itu Penjing  Pohon yang bentuknya lurus seperti pit (kuas) disebut Wenren Mu (Pohon Para Pujangga) dalam bahasa Jepang disebut Bunjingi.

Bonsai pertama kali diperkenalkan ke umum oleh Jepang pada tahun 1867 ketika Expo Dunia di Paris.

Seni mengerdilkan/pemangkasan tanaman dikembangkan juga oleh para Biksu aliran Tao, karena Penjing ini juga merupakan lambang dari keseimbangan serta keharmonisan manusia dengan alamnya. Dari pemeliharaan seni Penjing mereka bisa mendapatkan secara tidak langsung kepuasan batiniah yang tak ternilai. Para Biksu inilah juga yang membawa seni Penjing ke Jepang yang akhirnya dikembangkan menjadi seni Bonsai.

Diperkirakan seni Penjing ini pertama kali datang ke Jepang antara era Kaisar Kammu (737 – 806) hingga akhirnya masa kejayaan Kerajaan Edo pada kepemimpinan Shogun Dinasti Tokugawa (1603 – 1867). Sedangkan sebagian pihak menganggap Bonsai hadir pada masa Dinasti Kamakura (1185 – 1333). Hal ini terjadi karena adanya bukti otentik berupa lukisan seorang pejabat Shogun Kamakura dengan Bonsai. Hingga saat ini kita masih bisa menyaksikan Bonsai hidup tertua yang usianya antara 400 s/d 800 tahun milik koleksi dari Happo-en di Tokio.

Para penggemar Bonsai di Indonesia, pada umumnya beli Bonsai tidak di Jepang melainkan di China atau di Taiwan sebab disana harganya jauh lebih murah daripada di Jepang yang bisa dua sampai tiga kali lipat lebih mahal. Harga Pohon Tanaman Bonsai di Taiwan bisa puluhan juta, kebalikannya di Indonesia orang masih ada yang bersedia bayar ratusan juta Rp untuk bisa mendapatkan satu pohon Bonsai yang bagus.

Jenis Tanaman Yang Bisa Dijadikan Bonsai Yaitu ::

1. Asam

Kelebihan dari tanaman asam yaitu akar dan batangnya yang keras dan kokoh sehingga tampak tua jika dijadikan bonsai. Jenis tanaman asam yang dapat dijadikan bonsai yaitu:
a. Asam jawa (Tamarindus indica)

Tanaman asam jawa termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae.
Daerah asal tanaman asam jawa belum diketahui secara pasti.
Asam jawa cocok hidup di dataran rendah sebagai tanaman peneduh di pinggir jalan.
Tinggi tanaman ini dapat mencapai 15 – 25 meter.
Tanaman ini memiliki batang berwarna cokelat kehitaman dengan diameter dapat mencapai 1 meter.
Daunnya berselang-seling dan menyirip genap.
Tanaman ini memiliki bunga kecil-kecil dan mudah rontok.
Buahnya berbentuk polong dan bertangkai.
Buahnya berwarna cokelat, berbiji banyak dan rasanya asam.

b. Asam belanda (Pithecellobium dulce)

Tanaman ini diduga berasal dari Amerika tropis yang masuk ke Indonesia setelah dibawa oleh bangsa Portugis.
Warna dasar daunnya lebih tua daripada asam jawa.

2. Beringin (Ficus benjamina)

Beringin apabila dijadikan bonsai memiliki banyak kelebihan dan keunggulan di antaranya:

Memiliki daun yang rimbun.
Akar dapat dibentuk dalam berbagai gaya.
Sangat mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri dalam media yang terbatas.

Para pebonsai biasa menyebut beringin sebagai bonsai khas Indonesia. Jenis beringin sangat beragam, tetapi jenis beringi yang paling banyak diminati yaitu beringin filipina. Selain itu, jenis beringin lainnya dari genus Ficus yang dapat dijadikan bonsai yaitu:

Beringin karet (Ficus retusa)
Beringin korea (Ficus koreana)
Ampelas (Ficus hampelas)
Bunut (Ficus glauca)
Cantigi (Ficus disticha)
Getah perca (Ficus elastika)

3. Cemara

Cemara (Casuarina equisetifolia) termasuk tanaman yang mudah dijadikan bonsai serta terkenal sebagai bakalan bonsai yang baik. Cemara ditanam dengan grouping atau sendiri-sendiri tanaman ini tetap menarik. Tanaman cemara banyak digemari masyarakat, beberapa pihak mulai mengkhawatirkan jika tanaman ini terus diambil dapat mengakibatkan terjadi kepunahan cemara dari habitat aslinya. Ciri-ciri dari tanaman cemara yaitu:

Cemara dapat tumbuh pada ketinggian 25 m.
Memiliki bonggol yang besar dan berlekuk-lekuk.
Memiliki ranting yang hijau beralur.
Kayunya keras dan beralur indah sehingga batang bonsai dari tanaman ini sering diukir.
Memiliki daun yang tipis dan kaku tampak sangat segar.
Buahnya kering dengan ujung segi tiga lancip yang memiliki sayap berupa selaput.
Cemara dapat hidup di daerah pantai yang berpasir hingga pedalaman.
Tanaman ini sangat tahan terhadap kekeringan dan serangga hama atau penyakit.
Di daerah yang belum terjamah banyak dijumpai cemara tumbuh secara liar.

Jenis-jenis tanaman cemara yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:

Cemara duri (Juniperus rigida atau Juniperus chinensis)
Cemara buaya (Juniperus horisontalis)
Cemara papua (Cupressus papuanus)
Cemara udang atau cemara laut (Casuarina equisetifolia)

4. Jeruk

Banyak jenis jeruk yang menarik untuk dijadikan bonsai. Daya tarik utama bonsai jeruk adalah paduan antara tanaman kerdil dengan buahnya yang berwarna oranye cerah atau hijau serta beraroma khas. Untuk mengimbangi keindahan buah yang dimiliki tanaman jeruk, disarankan memilih tanaman jeruk yang berbentuk pohon dan bukan yang berbentuk semak atau perdu. Ciri-ciri tanaman jeruk yaitu:

Memiliki daun yang berwarna hijau dengan posisi saling berhadapan atau bersilangan dengan kelenjar minyak yang transparan.
Panjang daun 2 cm.
Tanaman jeruk memiliki bunga berkelamin dua dengan jumlah kelopak 4 – 5.
Ukuran buah dan warnanya bermacam-macam tergantung dari jenisnya.

Jenis-jenis tanaman jeruk yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:

Jeruk bali (Citrus maxima)
Jeruk keprok (Citrus nobilis)
Jeruk kingkit (Triphasia trifolia)

5. Kelapa

Dibandingkan dengan keluarga Palmae lainnya yang sulit untuk dijadikan bonsai, maka kelapa adalah pengecualiannya.

Kelapa (Cocos nucifera) mudah hidup di daerah dengan ketinggian 0 – 700 m dpl.
Tinggi tanaman yang berbatang lurus menjulang ini dapat mencapai lebih dari 30 m di alam bebas.
Pangkal batangnya membesar.
Daunnya tersusun dalam tajuk.
Anak daun tanaman ini dapat mencapai 120 buah.
Karangan bunganya tersusun dengan bunga jantan dan bunga betina yang berdekatan.
Bentuk buahnya bulat terlur terbalik dengan kulit buah berserabut.
Daging buah berwarna putih, di tengahnya terdapat cairan.
Jenis kelapa yang dapat dijadikan bonsai adalah yang ukuran buahnya kecil dan bentuk buahnya menarik seperti kelapa gading dan kelapa puyuh.

6. Sawo

Tanaman ini memiliki pohon yang mengandung getah.
Kemungkinan tanaman ini berasal dari dataran Amerika Selatan.
Di alam bebas sawo dapat mencapai ketinggian 5 – 15 m.
Kulit batangnya tidak rata.
Daunnya tunggal dan menyebar.
Memiliki bunga yang biasanya berkelompok di ketiak.
Buahnya menggantung berbentuk bulat. Buahnya ada yang berkulit kasar kecokletan (sawo manila), licin kehijauan (sawo duren), dan berukuran kecil (sawo kecik).
Warna biji buah ada yang hitam mengkilap dan cokelat muda.

Jenis-jenis sawo yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:

Sawo manila (Achras zapota)
Sawo duren (Chrysophylum cainito)
Sawo kecik (Manilkara kauki)

7. Pinus

Pinus (Pinus mercusii) banyak dijumpai tumbuh di hutan-hutan pegunungan.
Tanaman ini dapat tumbuh baik pada ketinggian 250 – 2.000 m dpl.
Tinggi tanaman ini dapat mencapai 20 – 40 m.
Memiliki batang keras yang lurus, ramping, dan banyak mengandung getah.
Daunnya berbentuk jarum dengan pangkal diselaputi sisik tipis.
Buahnya berbentuk kerucut dengan biji yang pipih.
Karena daunnya berwarna hijau cerah dengan bentuk daun yang unik, maka bonsai dari tanaman pinus memiliki daya tarik tersendiri.

8. Siantho

Nama lain tanaman sianto (Eugenia unifloral atau Eugenia michelli) di Indonesia yaitu dewa ndaru atau ceremai belanda. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tanaman ini diduga berasal dari Amerika Selatan.
Ketinggian normal dari tanaman ini mencapai 5 meter.
Buahnya berbentuk bulat kecil dan dapat dimakan meskipun rasanya sepat sedikit manis.
Buah sianto jumlahnya banyak dan warnanya merah sehingga bentuknya menarik jika dijadikan bonsai.

Bonsai dari tanaman siantho (Eugenia unifloral)Gambar 8 Bonsai dari tanaman siantho (Eugenia unifloral)

9. Kupa landak

Bonsai dari jenis tanaman ini banyak diminati para eksportir karena keindahan batang, daun dan buahnya sangat harmonis. Masyarakat umum menyebut tanaman ini dengan sebutan rukam. Ciri-ciri dari tanaman ini yaitu:

Tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora) termasuk jenis tanaman dikotil.
Merupakan tanaman perdu dengan tinggi 5 – 7,5 m.
Batangnya berkayu, tegak, bulat, berduri, dan warnanya putih kotor.
Berdaun majemuk dengan posisi tersebar, berbentuk lonjong, dengan panjang sekitar 7 cm dan lebar 2,5 cm.
Ujung daun runcing dan pangkalnya tumpul, tepinya rata, pertulangan menyirip dan berwarna hijau.
Bunganya majemuk dengan bentuk tandan terdiri atas 3 – 6 helai dan berwarna putih.
Buahnya berbentuk batu dengan diameter 1,5 – 2 cm dengan warna merah kehitaman.
Buahnya tunggal dan jarang yang ganda. Buah berwarna merah, keras seperti batu

10. Ulmus

Tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia) termasuk tanaman berkayu keras dengan percabangan yang banyak. Penampilan tanaman ulmus sebagai tanaman kerdil sangat menarik terutama jika dipadukan dengan pot yang sesuai. Tanaman ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Batang utama besar, kokoh dan tahan terhadap pahatan.
Daunnya lebat dan berukuran agak besar.
Tanaman ini sangat toleran terhadap lingkungan dan iklim.
Di Indonesia tanaman ulmus tumbuh liar di pantai utara dan selatan Pulau Jawa.

Bonsai dari tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia)
Gambar 10 Bonsai dari tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia)

Selain dari jenis-jenis tanaman yang telah dijelaskan di atas, masih banyak lagi tanaman lainnya yang dapat dijadikan bonsai. Adapun jenis tanaman tersebut yaitu:

Minten (Malphigia coccigera)
Trenggulun (Protium javanicum)
Serut (Streblus asper)
Wareng (Gmelina asiatica)
Kamboja merah (Plumeria rubra)
Landepan (Olectronia horrida)
Panitian (Durante repense)
Sagaretia (Sagaretia theezans)
Serut pagar (Carmona retusa)
Sisir (Cudrania cochinsinensis)
Lohansung (Podocarpus macrophyllus)
Sancang (Phemma microphylla)
Mirten (Maipighia coccigera)
Santigi (Phempis acidula)
Phusu (Celtis cinensis)
Cenderawasih (Phylantus neruri)
Lugistrum (Lusgistrum sp.)
Soka (Ixora cocinea)
Delima (Punica granatum)
Jambu biji (Psidium guanjava)
Kacapiring (Gardenia augusta)

Cara Merawat dan Memelihara Tanaman Bonsai :

1. Bonsai biasanya ditanam dalam pot. Pot perlu diganti setidaknya setahun sekali.

Penggantian pot ditujukan untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Pilih pot lebih besar untuk mengakomodasi pertumbuhan bonsai.

Pot harus memiliki lubang yang memungkinkan kelebihan air untuk mengalir keluar dari pot, sehingga akar bonsai tidak terendam air.

2. Bonsai harus disiram secara rutin.

Jangan siram bonsai terlalu banyak karena hanya akan mengakibatkan tumbuh jamur atau akar busuk.

Tapi di sisi lain, bonsai juga tidak boleh kekeringan. Salah satu metode untuk memeriksa tingkat kelembaban adalah dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam tanah. Tekstur tanah tidak boleh terlalu basah maupun kering.

3. Bonsai memerlukan cahaya matahari!

Tapi hati-hati, karena terlalu banyak paparan sinar matahari malah dapat merusak bonsai.

Itulah sebab, bonsai harus mendapatkan keseimbangan yang tepat antara penyiraman, paparan sinar matahari, dan pemangkasan sehingga bonsai tetap sehat.

4. Ingatlah bahwa ada banyak jenis pohon bonsai. Masing-masing bonsai perlu diperhatikan secara individual sesuai dengan jenis mereka.

Hal ini terutama berkaitan dengan jumlah sinar matahari yang diperlukan. Jadi, penting untuk mengetahui masing-masing jenis pohon bonsai untuk menemukan cara terbaik merawatnya.

5. Jangan memotong dahan bonsai dengan gunting!

Ada banyak alat yang tersedia yang khusus dirancang untuk memangkas bonsai. Setiap alat melayani tujuan yang berbeda, seperti membentuk pohon, memotong daun, atau membengkokkan dahan, dll.

Bertanam bonsai adalah sebuah bentuk seni. Begitu banyak perhatian, serta keahlian dibutuhkan agar bonsai tumbuh memukau.

Inilah sebabnya mengapa bonsai begitu istimewa dan memiliki harga yang tinggi.

Hasil Pencarian Dukun News :

merawat bonsai kupa landak

Bagikan Info Penting Ini ::