ASAL MULA NAMA ANGELINE DAN KRONOLOGIS PEMBUNUHANNYA

ASAL MULA NAMA ANGELINE DAN KRONOLOGIS PEMBUNUHANNYA PALING LENGKAP ANAK BERUSIA 8 TAHUN DI BALI . Angeline diadopsi oleh Margriet Christina Megawe atau Margareta sebagai anak angkat yang merupakan anak kandung Rosidik dan Hamidah yang merupakan Nama Orang Tua Kandung Asli  Engeline Margriet Megawe sekitar kurang dari seminggu dari proses kelahiran dan margaret memberikan uang 800rb ke Orang tua kandung Angeline dan belum diberi nama. Anak kelahiran 19 Mei 2007 itu lalu diberi Nama Lengkap Angeline yaitu Engeline Margriet Megawe atau sekarang dikenal dengan sebutan Angeline.

Foto Cantik Angeline Engeline Margriet Megawe Anak berusia 8 Tahun Korban Pembunuhan di Bali

Foto Cantik Angeline Engeline Margriet Megawe Anak berusia 8 Tahun Korban Pembunuhan di Bali

Mengapa nama depannya Engeline? Menurut pengacara ibu angkat Angeline, M Ali Sadikin, nama Engeline mirip dengan nama ibu kandung dari Margareta, Engelina Sumilat.

Sementara, nama belakang Engeline diambil dari nama belakang ayah Margareta yakni Yohanes Paulus Megawe. “Dalam akta pengangkatan anak seperti itu, dia yang memberi nama,” jelas Ali Sadikin.

Telah diketahui bersama bahwa Angeline diangkat sebagai anak oleh Margriet Christina Megawe dan suaminya, Duglas, saat yang bersangkutan berusia tiga hari. Sebelumnya, orangtua kandung Angeline, Rosidik dan Hamidah, tidak memiliki uang untuk menebus anaknya di klinik.

Kini, Margriet Christina Megawe, ibu angkat Angeline, dijadikan tersangka penelantaran anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Sementara Angeline ditemukan tewas dan dikubur di halaman rumah Margriet Christina Megawe, setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

Kronologis pembunuhan AngelineAnak Berusia 8 Tahun di Bali dari Hilang Sampai Meninggal ::

1. 16 Mei 2015
Angeline terakhir terlihat di halaman rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali. Investigasi Komnas Anak menyatakan tetangga melihat pintu pagar rumah Angeline terkunci saat itu. “Artinya, hanya orang rumah yang tahu keberadaan terakhir Angeline. Dia tidak keluar,” kata Arist.

2. 17 Mei 2015
Kakak angkat Angeline, Christina dan Ivon, mengumumkan hilangnya Angeline pada laman Facebook berjudul “Find Angeline-Bali’s Missing Child”. Mereka memasang sejumlah foto bocah yang senyumnya tampak ceria itu. Keduanya juga mengajak masyarakat ikut mencari Angeline. Masyarakat, dari artis hingga pejabat, geger ikut membantu pencarian bocah malang tersebut.

3. 18 Mei 2015
Tiga hari setelah menghilang, keluarga melapor ke Kepolisian Sektor Denpasar Timur. Polisi memeriksa sejumlah saksi, yaitu Margareth (ibu angkat Angeline), Antonius (pembantu sekaligus penjaga rumah), dan seorang penghuni kontrakan milik Margareth bernama Susianna.

Polda Bali memperluas pencarian di seluruh perbatasan Bali, Banyuwangi, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka juga memeriksa rumah Margareth tiga kali. Pemeriksaan pertama dan kedua selalu dihalangi pemilik rumah.

4. 24 Mei 2015
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengunjungi rumah Margareth pada malam hari. Arist menengok kamar tidur Margareth yang juga sering dipakai Angeline. Menurut Arist, rumah itu tak layak huni karena acak-acakan, kotor, dan bau kotoran hewan. Margareth memelihara puluhan anjing dan ayam di rumahnya.

Di kamar tidur, Arist mencium bau anyir yang berbeda dengan bau kotoran hewan. “Tidak ada seprei terpasang dan ruangannya bau anyir,” ujar Arist. Kecurigaan itu segera dilaporkan kepada polisi.

Nama tersangka pembunuh Angeline anak berusia 8 Tahun di Bali ::

Pihak terkait yakni Kapolresta Denpasar  Kombes Pol Anak Agung Sudana mengungkapkan bahwa salah satu telah diperiksa, yakni Agus  Sebagai Nama Tersangka Pembunuh Angeline Anak 8 Tahun di Bali yang berkerja sebagai pembantu di rumah ibu angkat Angeline mengakui bahwa dialah pembunuhnya. “Agus mengakui dia telah membunuh Angeline,” kata Sudana.

Tak hanya membunuh, menurut Sudana, Agus juga telah melakukan kekerasan seksual terhadap Angeline. “Ya benar. Korban mengalami kekerasan seksual dua kali,” ucap Kapolresta.

Kini status Agus pun sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Sementara pelaku tunggal. Masih dilakukan penyidikan,” ujarnya.

Misteri hilangnya Angeline, bocah 8 tahun warga Denpasar Bali sejak 16 Mei lalu terkuak sudah. Polres Denpasar akhirnya menemukan perempuan cilik itu sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang mengenaskan, Rabu (10/6). Dia ditemukan tewas di halaman belakang rumahnya tepat dibawah kandang ayam peliharaannya sekitar jam 11.30.

Penemuan jenazah Angeline bermula ketika tim kepolisian gabungan Polresta Denpasar dan Polda Bali mulai mencurigai bahwa dia tidak diculik melainkan telah tewas. Maka pada Rabu (10/6) sekitar pukul 10.00 tim kepolisian gabungan kembali diarahkan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di kediaman Margareith, Ibu angkat Angeline.

“Kami kembali mengarahkan anggota untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sesuai dengan permintaan dari para Menteri,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Sudana.

Ketika anggota melakukan pemeriksaan, ada hal mencurigakan di bawah pohon pisang dimana ada gundukan tanah yang tidak beraturan dan tertutup oleh sampah. Selain itu bau busuk yang menyengat juga menambah rasa penasaran para tim gabungan kepolisian.

Tanpa menunggu lama, tim kemudian melakukan penggalian terhadap gundukan tanah sedalam 1,5 meter yang didalamnya ternyata berisi bungkusan kain sprei. Alangkah terkejutnya ketika mengetahui didalam bungkusan tersebut terdapat sesosok jenazah gadis mungil dalam keadaan yang miris.

Bagikan Info Penting Ini ::